Tepat satu minggu pemerintah menaikkan harga BBM,, lalu apa yang terjadi di negeri ini?? Lihat aja mahasiswa dengan jaket kebesarannya lalu lalang di jalan-jalan, megang spanduk pake toak, menggenggam tangan ke atas, meneriakkan yel-yel dengan ikat kepala bertuliskan ”Batalkan Kenaikan BBM”. Pemandangan yang sebenarnya sudah bosan ku liat.. sejak soeharto lengser dari kursi empuknya.
Sebagai mahasiswa, apa yang kawan2 perjuangkan adalah perjuangan rakyat yang hidup susah di negeri yang katanya kaya ini. Perjuangan yang murni dari hati seorang agen perubahan bangsa.. sampai sejauh ini aku cukup setuju!
Tapi lihat prilaku mereka yang katanya mahasiswa tapi tidak berpikir sebagai mahasiswa. Lihat mereka yang membakar ban di tengah jalan (tentu dengan BBM bersubsidi sebagai alatnya), mereka yang merusak rumah orang miskin dengan batu nyasar sebagai senjata melawan polisi, mereka yang menghentikan mobil dan mencorat-coret seenak jidatnya... argghhh apa2an ini,, saya mengangkat keempat jempol tangan dan kaki saya buat mereka yang tidak melakukan hal yang aku tuliskan di atas. Apakah memang tidak ada cara lain untuk melawan?? Memang pemerintah menaikkan harga BBM di malam saat smua orang sudah bersiap tidur beristirahat dari pencarian sesuap nasi, tapi apakah harus dilawan dengan demo malam jg?? Hahaha.... ada2 aja :)
Ayo kita pake cara yang lebih intelek,, ah macam btul aja bahasa awak ini. Jangan pake otot kawan,, tp pake otak,, bahasa kerennya brain power :)
Btw, saya jadi ragu, apa yang kawan2 perjuangkan? Orang miskin atau diri anda sendiri?? Mau sok eksis kah?? Ikut-ikutan aja kyak anak ayam?? Woi mahasiswa negeri ini yang naik mobil mewah, motor mengkilap, kosan gede, uang bulanan yang selalu tepat waktu datang di rekening, bolos kuliah, membakar uang (rokok), sadarkah anda juga pake hak rakyat?? BBM yang anda gunakan setiap hari itu apa kawan?? Pantaskah anda yang menikmatinya untuk jalan2 ke mall, clubbing, pesta2 gak jelas?? Jangan sok menyuarakan penderitaan rakyat!! Lakukan apa yang bisa kau dan aku lakukan sekarang buat rakyat, konkret!! Aku juga seorang yang sebenarnya masih dianugrahi Tuhan kecukupan hidup untuk makan 3 kali sehari dan tidak terlalu pantas menerima harga BBM sekarang disaat ada 40 jutaan orang yang lebih berhak menggunakannya.. aku hanya bisa berjuang lewat kehidupan pribadi ku di manapun aku ada. Di kampus dengan belajar ttg ilmu pasti di kelas dan ilmu hidup di unit, di kosan dengan membuang sampah di tong sampah dan bukan ke sungai dibelakang rumah, di lingkungan dengan bersikap sopan ke tetangga,,, anda boleh tertawa tp aku sedang menjadi pembangun bangsa ini mulai dari hal yang kecil.. sangat kecil, sampai kelak negeri ini akan berdiri sejajar bahkan lebih tingggi dari negara maju di dunia ini karena Dum spiro, spero!! ”Selama saya masih bernafas, saya akan tetap berharap.” Semoga!!