Minggu, 31 Agustus 2008

Tulisan Tanpa Judul (TTJd) bukan TTDj,,

Rasanya sulit untuk memulai menulis seperti biasa, seperti yang aku lakukan hampir 2 bulan sebelumnya. Banyak hal yang akhirnya membuatku tidak mencoret blog ini untuk beberapa waktu kemarin. Banyak hal yang terjadi namun tidak tertulis di sini. Pengalaman, harapan, keberhasilan, kesalahan…. Semuanya hadir mewarnai setiap hariku. Kepalaku merekam dengan jelas setiap kejadian yang sudah kulewati. Mungkin suatu saat nanti ketika jari ingin berekspresi, kejadian itu akan kugores disini.

Mulai hari ini aku akan kembali iseng2 di blog hina ini J yah mungkin hanya sekedar menyimpan saja agar suatu saat ketika aku lupa karena memoriku yang tidak seberapa ini mulai tidak sanggup lagi, aku bisa membaca sambil senyum2 mengagumi hasil karya sendiri. Hahaha….

Kemarin, bersama dengan teman satu kosan, kami mencoba membuat makan siang dan malam. Yah sekalian menghemat… dengan 7500 rupiah satu orangnya, udah bisa makan dua kali.. hehe. Coba makan di luar, mana dapat lagi makan dua kali dengan harga segitu. Sebenarnya mungkin bisa sih, dengan menu T3 (telor+tahu+tempe).. tapi untuk masak2 kali ini bermenukan nasi+ikan goreng+tahu+tempe+sayur+sambel. Percobaan memasak ini dimulai dengan membeli bahan2 di pasar depan gang kami. Aku dan seorang teman berangkat. Seorang lagi tidak ikut, karena mau ke kampus.. maklum udah mau lulus dia euy.. selesai dari pasar, kami mulai mempersiapkan bahan2 yang mau digoreng.. semuanya selesai…. Wah tinggal digoreng nih.

“Jun, tomatnya ga usah dikuliti” kataku. “yah gak lah tulang harusnya dikuliti sebelum digiling”,jawab bereku ini (bere yang aku ga tau darimana asal partuturonnya)

“aku biasanya bawang dulu lah, gmn?”Tanya jun. “bah, kalo di rumah ku yang digiling cabe dulu”,jawabku….. Ini kayak gini aja lah… o itu kita ginikan aja…. Hahaha ternyata banyak kali perbedaaan dalam hal kebiasaan dan selera. Semuanya terlihat dalam kegiatan menyenangkan ini.. yah kami harus saling mengalah. Kalo ga ada yang mengalah bakalan ga jadi masakan kami ini, atau jadi masak sendiri2.. haha kan jadi aneh ntar.

Aku bertugas menggoreng semua yang harus digoreng+memasak sayur. Jun mempersiapkan semuanya sebelum digoreng+masak nasi di rice cooker. Dengan modal kompor minyak dari jun, semuanya pun selesai…. Yah repot juga. Tapi ada kepuasan tersendiri. Ceileh… haha cem btul aja.

Sambil menunggu si api merah biru yang sedang bertugas menggoreng, kami ngobrol2 santai. Obrolan berkembang ke sebuah analogi, dalam bahasa holy-nya disebut perumpamaan.

Ada seorang nenek tua (ya iyalah pasti tua.. masa nenek muda.. hoho) dan seorang cucunya yang masih kecil bersama seekor lembu.. mereka ingin pergi ke pasar yang buka skali seminggu (dalam bahasa kami disebut onan... hehe) untuk menjual hasil ladang mereka. Lembu ini hanya bisa dinaiki oleh satu orang. Mereka berangkat dengan sang cucu di atas lembu dan nenek berjalan kaki memegang lembu. Dalam perjalanannya, orang2 melihat dan mulai menyindir. “Hei lihat, masa cucu itu tega membiarkan si nenek yang sudah tua berjalan kaki, sedangkan dia enak2an di atas lembu”, kata mereka. Sang cucu dan nenek mendengar apa yang orang2 bilang. Akhirnya sang cucu turun, dan mempersilakan neneknya saja yang naik di atas lembu. “aku bisa kok nek”, kata si cucu meyakinkan neneknya. Sang nenek pun naik dan perjalanan dilanjutkan.

Tak lama kemudian, orang2 yang berada di jalan mulai menyindir lagi. “bah, kok bisa2nya si nenek itu membiarkan cucunya yang masih sangat kecil itu berjalan kaki sedangkan dia santai2 di atas lembu.. beeh tega kali pun”. Mendengar itu, sang nenek turun dan berkata kepada cucunya, “kamu saja yang naik ke atas lembu ya, biar nenek aja yang jalan kaki”, katanya. Sang cucu pun tak kuasa melawan neneknya.. perjalanan pun dilanjutkan.

Setelah beberapa menit, orang2 mulai menyindir lagi. “Ih kasian kali lembu itu.. masak masih dinaiki lagi.. kan barang2 hasil ladang yang harus diangkatnya udah sangat banyak”. Mendengar itu, sang nenek dan cucunya berjalan kaki. Sedangkan lembu hanya mengangkat hasil ladang saja. Waktu pun berlalu seiring langkah mereka.

“Loh pasar kan masih jauh, tapi mereka masih terus berjalan berdua. Padahal kan lembu itu bisa dinaiki oleh satu orang”, kata orang2 di pinggir jalan. Mendengar hal itu, mereka berdua diam sejenak dan tampaknya sudah mulai bosan dengan perkataan orang2 disekitarnya. Akhirnya sang nenek mengambil keputusan agar dia saja yang berjalan sedangkan cucunya naik ke atas lembu. “sudah nenek saja yang berjalan, nenek masih kuat. Nenek udah biasa kok. Kamu kan masih kecil, kamu belum terlalu kuat. Naik saja ke atas lembu.”

Setelah itu, sepanjang perjalanan banyak orang yang masih menyindir mereka inilah.. itulah… tapi mereka tetap tidak mengindahkan perkataan itu. Mereka berjalan dengan perasaan senang satu sama lain dengan menjalankan suatu hal yang memang benar menurut mereka.. bukan karena perkataan orang lain…

Dari analogi di atas, sesuatu hal yang kita lakukan harus berasal dari hati nurani kita sendiri. Bukan karena kehendak orang lain ataupun perkataannya. Apa yang kita anggap benar, kita harus pikirkan dan akhirnya kita putuskan dengan pikiran dan hati kita sendiri.. Satu hal lagi, jangan pernah mencoba menyenangkan semua orang. Setiap orang tidak sama, setiap orang pasti berbeda… baik dari hal2 kecil sampai terbesar.

Obrolan pun selesai bersamaan dengan selesainya masak2 anak kost di siang hari. Hehe.. perut udah lapar kali. “Sepertinya makanan ini enak kali jun, siapa sih yang goreng?”, tanyaku sambil memuji diri sendiri. Haha… yah daripada ga ada yang memuji kan… akhirnya kami makan sambil nonton di ruang tengah…

“Memang masakan sendiri lebih enak daripada masakan warung”, semoga ini bukan sugesti ku saja, tapi kalo pun sugesti yah tak apalah toh tidak ada yang salah dengan itu…

Hehe….

Sekian.

Ditulis oleh seorang anak kost yang ingin memasak lagi, karena sudah bosan dengan masakan warung yang dibumbui vetsin, udah itu mahal pula lagi!! Semoga kesempatan itu datang lagi….

Kamis, 19 Juni 2008

Nilai akhirnya keluar semua!

Kemarin aku diberitau kawan kalau nilai sudah keluar semua... Langsung aja tanpa basa-basi aku tanyakan nilai ku. Selain lewat sms itu, aku juga diberitahu kawan yang gak kusangka bakalan melihat nilai ku.. mungkin dengan motif ingin melihat nilai ku yang jelek.. hehe... Aku mencoba hitung sendiri, hm... hasilnya tidak mengecewakan lah. Setidaknya IP semester ini bisa menaikkan IPK yang dijadikan syarat pertama masuk melamar kerja. Selain menaikkan IPK, nilai ku ini juga membuat aku dapat traktiran sekali makan hasil dari taruhan tinggi-tinggian IP... hm lumayan gak keluar duit untuk satu kali. Hehe...

Langkah selanjutnya mempersiapkan diri untuk semester depan... masih ada satu mata kuliah, KP, dan TA. Belum ada niat untuk mengulang rantai karbon ataupun menambah mata kuliah lagi.. liat nanti aja lah.. oh ya, satu lagi yang paling menyeramkan adalah ujian komprehensif.. weih, untuk ujian yang satu ini harus bener2 dipersiapkan.. kalo gak, bisa ’dihabisin’ di ruang dosen. Niat hati sih, ingin coba mulai belajar sedikit2 ketika liburan.. Okeh2! Smangat!!

Meskipun liburan di medan, tetap aja pikiran ku tetap melayang ke bandung. Kapan tanggal KP ku? Kapan mulai bisa mencari dosen pembimbing TA? Yah.. semua seputar studi.. aku sudah menargetkan di pertengahan juli untuk balik ke bandung.. agar tidak terlena di medan dengan liburan yang serba santai ini.. :)

Hm.. semoga semua berjalan sesuai rencana..

Senin, 16 Juni 2008

Coretan di dalam burung logam

Hari ini sama seperti hari-hari biasanya.. pagi hari masih sama seperti kemarin.. sinar matahari juga sama hangatnya seperti kemarin.. hijaunya daun juga sama seperti kemarin. Satu hal yang berbeda adalah kegiatanku hari ini. Akhirnya aku pulang juga ke medan.. what?! Mahasiswa tingkat 4 masih sempat pulang?? Haha ya iyalah masa ya iya dong.. toh aku cuman sekali setahun pulang dan liburan ini aku belum menyusun TA, jadi ga ada alasan untuk tidak pulang.. apalagi keluargaku sudah menunggu di rumah. Mungkin bapak dan ayu yang yang datang menjemput ke bandara.

Kepulangan hari ini juga sama saja. Satu hal yang berbeda adalah barang bawaanku. Aku udah kayak penjual sepatu yang baru membeli barang di bandung untuk dijual di medan :) tujuh pasang sepatu berdiam dengan tenang di tas ku ditambah lagi dua tas buat mama dan uta. Untung aja ga terlalu berat.. tapi itu semua bukan hal yang sulit selama itu bisa membuat keluargaku senang.. Ehm2.

Biasanya aku pulang setelah semua nilai keluar.. tapi tidak untuk tahun ini. Meskipun ITB menetapkan tanggal 13 sebagai batas akhir pengumuman nilai, tetap saja masih ada dosen yang belum mengumumkan nilai. Dari 17 sks yang aku ambil, baru 11 sks yang keluar.. dan hasilnya yah.. aku bersyukur atas hasil yang kudapat.

Aku tidak merencanakan apapun untuk mengisi liburan kali ini. Hari2 selama liburan akan kulewati seperti biasa dengan menghentikan sejenak rutinitas studi.. yang ada dalam benakku hanya bersantai di rumah dan sedikit melihat-lihat bahan kompre :)

Aku menulis ini di ketinggian 36000 kaki (atau 10,9728 km) dpl. Seorang pria bertopi tidur lelap di sebelahku dan seorang pria berkacamata duduk di window seat yang juga sedang bermimpi. Entahlah apa mereka berdua sedang bertemu dalam mimpi yang sama.. ”permisi, mau lihat souvenir atau makanannya?” seorang pramugari bertanya padaku.. langsung aja kuberikan salam 5 jari tanda penolakan. Hehe.. meskipun mbak yang menawarkan cukup mempesona :) kulihat jendela, wah hari ini cerah.. cerah sekali. Suasana dalam tempat ini cukup ribut dengan teriakan anak-anak kecil tapi gak apalah, justru ini yang menarik. Tidak diam-diam seperti pesawat berhantu :)

Rencanaku untuk berlibur di medan mungkin tak lama karena aku harus kembali ke kampus memulai TA dan masih ada KP yang rencananya di akhir juli.. Hm tunggu2, kok kayaknya ga ada makanan ya? Perutku udah lapar kali euy meskipun tadi makan di bandara dengan harga 24000 rupiah bermenukan nasi+sayur+telor!! Argghh butet dah.. mahal kali pun! Ga ada pula kenyangnya sama sekali.. Ternyata di pesawat ini ga disediakan makanan gratis, entah roti atau aqua gelas.. Hm.. pelit kali pun! Kecewalah penumpang.. Udah itu pake2 telat pula lagi tadi berangkatnya dari cengkareng.. ya sudahlah.. aku melewati 2 jam perjalananku ini dengan menulis, membaca buku yang dipinjamkan seorang teman, dan melihat orang-orang di sekitarku berharap ada pelajaran baru yang aku dapatkan...

Medan, I’m Coming!!

Ditulis dengan santai dan bingung mau ngapain abis nulis ini.. :)

@Lion air

Jakarta – Medan

14 juni 2008

Seat 28D

Rabu, 11 Juni 2008

Stop kekerasan di negeri ini!

Rasanya bangsa yang berketuhanan yang maha esa ini tidak lagi mempunyai Tuhan. Atau saat kita melakukan hal itu malah dianggap berketuhanan?! Ahh aya-aya wae. Saat kita mengumpat sesama manusia, memukul, menunjang (red:menendang dalam bahasa batak), menikam, me...... argghhh semua lah yang sudah terlihat jelas dan dapat ditemukan dengan mudah di negeri ini. Aku sudah seperti hidup di negeri barbar. Negeri tanpa aturan, negeri dengan semboyan suka-suka gue donk! Masih teringat jelas insiden monas saat sekelompok massa menghabisi kelompok yang lain. Gila!! Ya, aku menyebutnya orang-orang gila. Yang tidak menggunakan otaknya dalam menyikapi keadaan. Bodoh!! Bodoh karena hanya mampu menggunakan otot saja. Pengecut!! Berani berbuat tapi tidak untuk bertanggung jawab (sebelum akhirnya si kawan menyerahkan diri). Aku percaya saat seseorang menggunakan otot dalam menyelesaikan masalah yang seharusnya bisa dilakukan otak, saat itulah seseorang tersebut berada dalam kondisi terhina (dalam bahasa sekre). Hal itu sama sekali tidak menunjukkan kekuatan tapi kelemahan.. sangat-sangat lemah! Kasian de lu.. tulisan ini dibuat tidak untuk menyinggung siapapun dengan latar belakang apapun.. ini hanya sebuah keluhan dari anak bangsa yang melihat ketidakberesan di negerinya. Ternyata bangsa yang dikatakan ramah itu seperti ini toh,, gimana klo dikatakan ga ramah ya?? Wah, ga terbayangkan lah... Pemerintah harusnya lebih bijak dan tegas menindak masalah ini. Hal-hal seperti ini sebenarnya sudah lama terjadi dan mengakar dalam setiap sisi bangsa ini. Keluarga adalah ujung tombak kehidupan bangsa. Dalam lingkungan kecil itulah setiap manusia diajarkan nilai-nilai hidup. Kalau dalam rumah tangga saja sering terjadi KDRT, ya wajarlah outputnya adalah manusia-manusia barbar. Mestinya KDRT harus ditanggapi sangat serius oleh pemerintah. Tindak tegas para pelakunya karena merekalah yang meracuni generasi penerus bangsa ini. Jika KDRT ini terus terjadi, setiap anak akan melihat dan akhirnya menjadi agen-agen baru penerus kekerasan karena anak-anak adalah peniru yang paling baik di dunia.. kembali ke topik semula. Aku berharap dan akan selalu berharap, keadilan ditegakkan di negeri ini. No justice no peace! Tidak akan ada damai jika tidak ada keadilan. Setiap kita harusnya dapat melihat dan berpikir tanpa melihat status atau kepentingan pribadi.. berpikir independen yang murni berasal dari hati dan pikiran setiap kita sehingga kelak tidak akan ada orang yang menutup matanya dan berteriak bebaskan pemimpin kami.. yang secara implisit bermakna bebaskan penjahat ini!! Haha... rusak kali pun..

Salam dari anak bangsa yang merindukan keadilan di negeri ini!! :)

Minggu, 08 Juni 2008

Hasil observasi seorang teman!

Lama juga aku gak nulis.. ya hampir satu minggu... sebenarnya satu minggu bukan waktu yang sedikit untuk belajar dari kejadian2 hidup.. banyak hal yang kualami seminggu ini.. namun sepertinya aku gak bisa membuatnya di blog ini untuk waktu sekarang... lain kali pasti aku tulis. Mungkin hanya sebuah bahan introspeksi diri yang bisa aku tuliskan disini.. Kata seorang kawan yang sedang mencoba melakukan ’observasi’ (ada2 aja kerjanya..) ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam diriku... tentu saja kekuranganku jauh lebih banyak dari kelebihanku yang juga tidak bagus2 kali :) So, kekurangan dulu lah ya..

Kurangnya aku (ditulis sesuai tulisan si kawan tanpa perubahan apapun... meskipun kayaknya ada beberapa yang asal2 ditulisnya J Selamat menertawakan.. haha) :

  • Licik
  • Ga’ punya ketrampilan
  • Jelek
  • Jahat
  • Ga’ peka
  • Sok bertanggung jawab
  • Ga’ jelas fokusnya
  • Homo
  • Ga’ suka cewek
  • Selalu sendirian
  • Ga’ rapi dalam berpakaian
  • Hitam
  • Cuek

Lebihnya aku (ditulis tanpa perubahan juga.. jadi selamat ngiri.. eh ga ada jg sih yg bisa membuat org lain iri.. hah malangnya aku) :

  • Gampang dibujuk
  • Lumayan cakep
  • Tinggi
  • Menepati janji

Demikianlah hasil observasi awal dari seorang kawan,, aku akan coba mengkritisi setiap point di lain waktu.. dan untuk sekarang aku cuman bisa bilang ”yah,, terima aja dulu..”


”kyk teman.. kyk bukan teman.. kyk lebih dr teman.. kyk pelindung.. kyk org yg mengkritik trus.. kyk senang dkt dgnku tp kyk ga juga. Aneh!”

Minggu, 01 Juni 2008

Maaf buat isan!

Sebenarnya aku dapat sms itu satu hari sebelumnya. ”Jangan lupa besok jam 4!”. Isan kembali ngingatin untuk esok hari. Tapi, untuk yang satu ini, terasa berat kali untuk dijalankan padahal aku udah biasa dengan kerjaan ini. Gak berat sih,, tapi capek.. bosan.. argghhh cukuplah aku rasa. Aku balas sms isan coba untuk mengadu dan mengusulkan tidak usah. Wah ternyata udah dibeli, dan memang bukan waktunya lagi untuk membatalkan. Jadi merasa bersalah awak :)
Hari itu pun datang, kuliat hp, beeh banyak kali mc. Ntah berapa kali aku gak hitung sangking (bahasa apa pula ini tp rasanya kata ini paling cocok) banyaknya. Pagi itu aku berusaha bangun sih, tapi dasar emang udah gak di hati sejak kemarin.. jadi ya gitu,, niat untuk bangun dan pergi tidak ada.. maaf kali ibu isan :) sampai sore harinya barulah aku nyesal ga bantu waktu ku liat wajahnya itu, wah pasti dia kesal, capek, mau mencekek aku, malah kalo bisa dimakannya aku.. he2. untung lah masa2 kanibal itu tinggal sejarah suku ku :)
Yah.. apalah yang bisa aku buat selain membeli yang sisa dan bantuin hari ini untuk jual koran. Hampir aja aku gak ikut hari ini karena telat bangun,, untung tukang nya baru buka siang.. Baguslah! Kalo gak tak terbayangkan lagi, bisa mati lah aku! Untuk kedua kali aku salah di hal yang sama pula!! La tekataken (kata kawanku orang karo)..
Mungkin udah gak cukup lagi tenaga dan pikiran untuk bekerja disini. Malah udah habis tak bersisa.. (kebetulan isan yang jadi korban karena sikapku ini) Hampir empat tahun bergulat di hal yang sama.. ya semuanya sama, kecuali satu: situasi yang memburuk! Hubungan yang jadi aneh dengan si x,y,z..... ah ga tau kenapa. Rumahku ini ga senyaman yang dulu lagi.. tapi tidak ada niat untuk lari, pergi dari rumah dengan penghuni yang menjadi keluarga ku.. tinggal semangat dan ketulusan yang membuatku bertahan sambil berharap rasa nyaman itu kembali datang dan rumah ku ini semakin kokoh berdiri.
Sekali lagi, kalo boleh minjem judul lagu lae bryan adams: please forgive me isan :) Ayo bergerak kita,, jam 12 kan!! Semangat2..

Sabtu, 31 Mei 2008

Harga BBM naik, trus mau apa?

Tepat satu minggu pemerintah menaikkan harga BBM,, lalu apa yang terjadi di negeri ini?? Lihat aja mahasiswa dengan jaket kebesarannya lalu lalang di jalan-jalan, megang spanduk pake toak, menggenggam tangan ke atas, meneriakkan yel-yel dengan ikat kepala bertuliskan ”Batalkan Kenaikan BBM”. Pemandangan yang sebenarnya sudah bosan ku liat.. sejak soeharto lengser dari kursi empuknya.

Sebagai mahasiswa, apa yang kawan2 perjuangkan adalah perjuangan rakyat yang hidup susah di negeri yang katanya kaya ini. Perjuangan yang murni dari hati seorang agen perubahan bangsa.. sampai sejauh ini aku cukup setuju!

Tapi lihat prilaku mereka yang katanya mahasiswa tapi tidak berpikir sebagai mahasiswa. Lihat mereka yang membakar ban di tengah jalan (tentu dengan BBM bersubsidi sebagai alatnya), mereka yang merusak rumah orang miskin dengan batu nyasar sebagai senjata melawan polisi, mereka yang menghentikan mobil dan mencorat-coret seenak jidatnya... argghhh apa2an ini,, saya mengangkat keempat jempol tangan dan kaki saya buat mereka yang tidak melakukan hal yang aku tuliskan di atas. Apakah memang tidak ada cara lain untuk melawan?? Memang pemerintah menaikkan harga BBM di malam saat smua orang sudah bersiap tidur beristirahat dari pencarian sesuap nasi, tapi apakah harus dilawan dengan demo malam jg?? Hahaha.... ada2 aja :)

Ayo kita pake cara yang lebih intelek,, ah macam btul aja bahasa awak ini. Jangan pake otot kawan,, tp pake otak,, bahasa kerennya brain power :)

Btw, saya jadi ragu, apa yang kawan2 perjuangkan? Orang miskin atau diri anda sendiri?? Mau sok eksis kah?? Ikut-ikutan aja kyak anak ayam?? Woi mahasiswa negeri ini yang naik mobil mewah, motor mengkilap, kosan gede, uang bulanan yang selalu tepat waktu datang di rekening, bolos kuliah, membakar uang (rokok), sadarkah anda juga pake hak rakyat?? BBM yang anda gunakan setiap hari itu apa kawan?? Pantaskah anda yang menikmatinya untuk jalan2 ke mall, clubbing, pesta2 gak jelas?? Jangan sok menyuarakan penderitaan rakyat!! Lakukan apa yang bisa kau dan aku lakukan sekarang buat rakyat, konkret!! Aku juga seorang yang sebenarnya masih dianugrahi Tuhan kecukupan hidup untuk makan 3 kali sehari dan tidak terlalu pantas menerima harga BBM sekarang disaat ada 40 jutaan orang yang lebih berhak menggunakannya.. aku hanya bisa berjuang lewat kehidupan pribadi ku di manapun aku ada. Di kampus dengan belajar ttg ilmu pasti di kelas dan ilmu hidup di unit, di kosan dengan membuang sampah di tong sampah dan bukan ke sungai dibelakang rumah, di lingkungan dengan bersikap sopan ke tetangga,,, anda boleh tertawa tp aku sedang menjadi pembangun bangsa ini mulai dari hal yang kecil.. sangat kecil, sampai kelak negeri ini akan berdiri sejajar bahkan lebih tingggi dari negara maju di dunia ini karena Dum spiro, spero!! ”Selama saya masih bernafas, saya akan tetap berharap.” Semoga!!