Kamis, 19 Juni 2008

Nilai akhirnya keluar semua!

Kemarin aku diberitau kawan kalau nilai sudah keluar semua... Langsung aja tanpa basa-basi aku tanyakan nilai ku. Selain lewat sms itu, aku juga diberitahu kawan yang gak kusangka bakalan melihat nilai ku.. mungkin dengan motif ingin melihat nilai ku yang jelek.. hehe... Aku mencoba hitung sendiri, hm... hasilnya tidak mengecewakan lah. Setidaknya IP semester ini bisa menaikkan IPK yang dijadikan syarat pertama masuk melamar kerja. Selain menaikkan IPK, nilai ku ini juga membuat aku dapat traktiran sekali makan hasil dari taruhan tinggi-tinggian IP... hm lumayan gak keluar duit untuk satu kali. Hehe...

Langkah selanjutnya mempersiapkan diri untuk semester depan... masih ada satu mata kuliah, KP, dan TA. Belum ada niat untuk mengulang rantai karbon ataupun menambah mata kuliah lagi.. liat nanti aja lah.. oh ya, satu lagi yang paling menyeramkan adalah ujian komprehensif.. weih, untuk ujian yang satu ini harus bener2 dipersiapkan.. kalo gak, bisa ’dihabisin’ di ruang dosen. Niat hati sih, ingin coba mulai belajar sedikit2 ketika liburan.. Okeh2! Smangat!!

Meskipun liburan di medan, tetap aja pikiran ku tetap melayang ke bandung. Kapan tanggal KP ku? Kapan mulai bisa mencari dosen pembimbing TA? Yah.. semua seputar studi.. aku sudah menargetkan di pertengahan juli untuk balik ke bandung.. agar tidak terlena di medan dengan liburan yang serba santai ini.. :)

Hm.. semoga semua berjalan sesuai rencana..

Senin, 16 Juni 2008

Coretan di dalam burung logam

Hari ini sama seperti hari-hari biasanya.. pagi hari masih sama seperti kemarin.. sinar matahari juga sama hangatnya seperti kemarin.. hijaunya daun juga sama seperti kemarin. Satu hal yang berbeda adalah kegiatanku hari ini. Akhirnya aku pulang juga ke medan.. what?! Mahasiswa tingkat 4 masih sempat pulang?? Haha ya iyalah masa ya iya dong.. toh aku cuman sekali setahun pulang dan liburan ini aku belum menyusun TA, jadi ga ada alasan untuk tidak pulang.. apalagi keluargaku sudah menunggu di rumah. Mungkin bapak dan ayu yang yang datang menjemput ke bandara.

Kepulangan hari ini juga sama saja. Satu hal yang berbeda adalah barang bawaanku. Aku udah kayak penjual sepatu yang baru membeli barang di bandung untuk dijual di medan :) tujuh pasang sepatu berdiam dengan tenang di tas ku ditambah lagi dua tas buat mama dan uta. Untung aja ga terlalu berat.. tapi itu semua bukan hal yang sulit selama itu bisa membuat keluargaku senang.. Ehm2.

Biasanya aku pulang setelah semua nilai keluar.. tapi tidak untuk tahun ini. Meskipun ITB menetapkan tanggal 13 sebagai batas akhir pengumuman nilai, tetap saja masih ada dosen yang belum mengumumkan nilai. Dari 17 sks yang aku ambil, baru 11 sks yang keluar.. dan hasilnya yah.. aku bersyukur atas hasil yang kudapat.

Aku tidak merencanakan apapun untuk mengisi liburan kali ini. Hari2 selama liburan akan kulewati seperti biasa dengan menghentikan sejenak rutinitas studi.. yang ada dalam benakku hanya bersantai di rumah dan sedikit melihat-lihat bahan kompre :)

Aku menulis ini di ketinggian 36000 kaki (atau 10,9728 km) dpl. Seorang pria bertopi tidur lelap di sebelahku dan seorang pria berkacamata duduk di window seat yang juga sedang bermimpi. Entahlah apa mereka berdua sedang bertemu dalam mimpi yang sama.. ”permisi, mau lihat souvenir atau makanannya?” seorang pramugari bertanya padaku.. langsung aja kuberikan salam 5 jari tanda penolakan. Hehe.. meskipun mbak yang menawarkan cukup mempesona :) kulihat jendela, wah hari ini cerah.. cerah sekali. Suasana dalam tempat ini cukup ribut dengan teriakan anak-anak kecil tapi gak apalah, justru ini yang menarik. Tidak diam-diam seperti pesawat berhantu :)

Rencanaku untuk berlibur di medan mungkin tak lama karena aku harus kembali ke kampus memulai TA dan masih ada KP yang rencananya di akhir juli.. Hm tunggu2, kok kayaknya ga ada makanan ya? Perutku udah lapar kali euy meskipun tadi makan di bandara dengan harga 24000 rupiah bermenukan nasi+sayur+telor!! Argghh butet dah.. mahal kali pun! Ga ada pula kenyangnya sama sekali.. Ternyata di pesawat ini ga disediakan makanan gratis, entah roti atau aqua gelas.. Hm.. pelit kali pun! Kecewalah penumpang.. Udah itu pake2 telat pula lagi tadi berangkatnya dari cengkareng.. ya sudahlah.. aku melewati 2 jam perjalananku ini dengan menulis, membaca buku yang dipinjamkan seorang teman, dan melihat orang-orang di sekitarku berharap ada pelajaran baru yang aku dapatkan...

Medan, I’m Coming!!

Ditulis dengan santai dan bingung mau ngapain abis nulis ini.. :)

@Lion air

Jakarta – Medan

14 juni 2008

Seat 28D

Rabu, 11 Juni 2008

Stop kekerasan di negeri ini!

Rasanya bangsa yang berketuhanan yang maha esa ini tidak lagi mempunyai Tuhan. Atau saat kita melakukan hal itu malah dianggap berketuhanan?! Ahh aya-aya wae. Saat kita mengumpat sesama manusia, memukul, menunjang (red:menendang dalam bahasa batak), menikam, me...... argghhh semua lah yang sudah terlihat jelas dan dapat ditemukan dengan mudah di negeri ini. Aku sudah seperti hidup di negeri barbar. Negeri tanpa aturan, negeri dengan semboyan suka-suka gue donk! Masih teringat jelas insiden monas saat sekelompok massa menghabisi kelompok yang lain. Gila!! Ya, aku menyebutnya orang-orang gila. Yang tidak menggunakan otaknya dalam menyikapi keadaan. Bodoh!! Bodoh karena hanya mampu menggunakan otot saja. Pengecut!! Berani berbuat tapi tidak untuk bertanggung jawab (sebelum akhirnya si kawan menyerahkan diri). Aku percaya saat seseorang menggunakan otot dalam menyelesaikan masalah yang seharusnya bisa dilakukan otak, saat itulah seseorang tersebut berada dalam kondisi terhina (dalam bahasa sekre). Hal itu sama sekali tidak menunjukkan kekuatan tapi kelemahan.. sangat-sangat lemah! Kasian de lu.. tulisan ini dibuat tidak untuk menyinggung siapapun dengan latar belakang apapun.. ini hanya sebuah keluhan dari anak bangsa yang melihat ketidakberesan di negerinya. Ternyata bangsa yang dikatakan ramah itu seperti ini toh,, gimana klo dikatakan ga ramah ya?? Wah, ga terbayangkan lah... Pemerintah harusnya lebih bijak dan tegas menindak masalah ini. Hal-hal seperti ini sebenarnya sudah lama terjadi dan mengakar dalam setiap sisi bangsa ini. Keluarga adalah ujung tombak kehidupan bangsa. Dalam lingkungan kecil itulah setiap manusia diajarkan nilai-nilai hidup. Kalau dalam rumah tangga saja sering terjadi KDRT, ya wajarlah outputnya adalah manusia-manusia barbar. Mestinya KDRT harus ditanggapi sangat serius oleh pemerintah. Tindak tegas para pelakunya karena merekalah yang meracuni generasi penerus bangsa ini. Jika KDRT ini terus terjadi, setiap anak akan melihat dan akhirnya menjadi agen-agen baru penerus kekerasan karena anak-anak adalah peniru yang paling baik di dunia.. kembali ke topik semula. Aku berharap dan akan selalu berharap, keadilan ditegakkan di negeri ini. No justice no peace! Tidak akan ada damai jika tidak ada keadilan. Setiap kita harusnya dapat melihat dan berpikir tanpa melihat status atau kepentingan pribadi.. berpikir independen yang murni berasal dari hati dan pikiran setiap kita sehingga kelak tidak akan ada orang yang menutup matanya dan berteriak bebaskan pemimpin kami.. yang secara implisit bermakna bebaskan penjahat ini!! Haha... rusak kali pun..

Salam dari anak bangsa yang merindukan keadilan di negeri ini!! :)

Minggu, 08 Juni 2008

Hasil observasi seorang teman!

Lama juga aku gak nulis.. ya hampir satu minggu... sebenarnya satu minggu bukan waktu yang sedikit untuk belajar dari kejadian2 hidup.. banyak hal yang kualami seminggu ini.. namun sepertinya aku gak bisa membuatnya di blog ini untuk waktu sekarang... lain kali pasti aku tulis. Mungkin hanya sebuah bahan introspeksi diri yang bisa aku tuliskan disini.. Kata seorang kawan yang sedang mencoba melakukan ’observasi’ (ada2 aja kerjanya..) ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam diriku... tentu saja kekuranganku jauh lebih banyak dari kelebihanku yang juga tidak bagus2 kali :) So, kekurangan dulu lah ya..

Kurangnya aku (ditulis sesuai tulisan si kawan tanpa perubahan apapun... meskipun kayaknya ada beberapa yang asal2 ditulisnya J Selamat menertawakan.. haha) :

  • Licik
  • Ga’ punya ketrampilan
  • Jelek
  • Jahat
  • Ga’ peka
  • Sok bertanggung jawab
  • Ga’ jelas fokusnya
  • Homo
  • Ga’ suka cewek
  • Selalu sendirian
  • Ga’ rapi dalam berpakaian
  • Hitam
  • Cuek

Lebihnya aku (ditulis tanpa perubahan juga.. jadi selamat ngiri.. eh ga ada jg sih yg bisa membuat org lain iri.. hah malangnya aku) :

  • Gampang dibujuk
  • Lumayan cakep
  • Tinggi
  • Menepati janji

Demikianlah hasil observasi awal dari seorang kawan,, aku akan coba mengkritisi setiap point di lain waktu.. dan untuk sekarang aku cuman bisa bilang ”yah,, terima aja dulu..”


”kyk teman.. kyk bukan teman.. kyk lebih dr teman.. kyk pelindung.. kyk org yg mengkritik trus.. kyk senang dkt dgnku tp kyk ga juga. Aneh!”

Minggu, 01 Juni 2008

Maaf buat isan!

Sebenarnya aku dapat sms itu satu hari sebelumnya. ”Jangan lupa besok jam 4!”. Isan kembali ngingatin untuk esok hari. Tapi, untuk yang satu ini, terasa berat kali untuk dijalankan padahal aku udah biasa dengan kerjaan ini. Gak berat sih,, tapi capek.. bosan.. argghhh cukuplah aku rasa. Aku balas sms isan coba untuk mengadu dan mengusulkan tidak usah. Wah ternyata udah dibeli, dan memang bukan waktunya lagi untuk membatalkan. Jadi merasa bersalah awak :)
Hari itu pun datang, kuliat hp, beeh banyak kali mc. Ntah berapa kali aku gak hitung sangking (bahasa apa pula ini tp rasanya kata ini paling cocok) banyaknya. Pagi itu aku berusaha bangun sih, tapi dasar emang udah gak di hati sejak kemarin.. jadi ya gitu,, niat untuk bangun dan pergi tidak ada.. maaf kali ibu isan :) sampai sore harinya barulah aku nyesal ga bantu waktu ku liat wajahnya itu, wah pasti dia kesal, capek, mau mencekek aku, malah kalo bisa dimakannya aku.. he2. untung lah masa2 kanibal itu tinggal sejarah suku ku :)
Yah.. apalah yang bisa aku buat selain membeli yang sisa dan bantuin hari ini untuk jual koran. Hampir aja aku gak ikut hari ini karena telat bangun,, untung tukang nya baru buka siang.. Baguslah! Kalo gak tak terbayangkan lagi, bisa mati lah aku! Untuk kedua kali aku salah di hal yang sama pula!! La tekataken (kata kawanku orang karo)..
Mungkin udah gak cukup lagi tenaga dan pikiran untuk bekerja disini. Malah udah habis tak bersisa.. (kebetulan isan yang jadi korban karena sikapku ini) Hampir empat tahun bergulat di hal yang sama.. ya semuanya sama, kecuali satu: situasi yang memburuk! Hubungan yang jadi aneh dengan si x,y,z..... ah ga tau kenapa. Rumahku ini ga senyaman yang dulu lagi.. tapi tidak ada niat untuk lari, pergi dari rumah dengan penghuni yang menjadi keluarga ku.. tinggal semangat dan ketulusan yang membuatku bertahan sambil berharap rasa nyaman itu kembali datang dan rumah ku ini semakin kokoh berdiri.
Sekali lagi, kalo boleh minjem judul lagu lae bryan adams: please forgive me isan :) Ayo bergerak kita,, jam 12 kan!! Semangat2..