Rasanya bangsa yang berketuhanan yang maha esa ini tidak lagi mempunyai Tuhan. Atau saat kita melakukan hal itu malah dianggap berketuhanan?! Ahh aya-aya wae. Saat kita mengumpat sesama manusia, memukul, menunjang (red:menendang dalam bahasa batak), menikam, me...... argghhh semua lah yang sudah terlihat jelas dan dapat ditemukan dengan mudah di negeri ini. Aku sudah seperti hidup di negeri barbar. Negeri tanpa aturan, negeri dengan semboyan suka-suka gue donk! Masih teringat jelas insiden monas saat sekelompok massa menghabisi kelompok yang lain. Gila!! Ya, aku menyebutnya orang-orang gila. Yang tidak menggunakan otaknya dalam menyikapi keadaan. Bodoh!! Bodoh karena hanya mampu menggunakan otot saja. Pengecut!! Berani berbuat tapi tidak untuk bertanggung jawab (sebelum akhirnya si kawan menyerahkan diri). Aku percaya saat seseorang menggunakan otot dalam menyelesaikan masalah yang seharusnya bisa dilakukan otak, saat itulah seseorang tersebut berada dalam kondisi terhina (dalam bahasa sekre). Hal itu sama sekali tidak menunjukkan kekuatan tapi kelemahan.. sangat-sangat lemah! Kasian de lu.. tulisan ini dibuat tidak untuk menyinggung siapapun dengan latar belakang apapun.. ini hanya sebuah keluhan dari anak bangsa yang melihat ketidakberesan di negerinya. Ternyata bangsa yang dikatakan ramah itu seperti ini toh,, gimana klo dikatakan ga ramah ya?? Wah, ga terbayangkan lah... Pemerintah harusnya lebih bijak dan tegas menindak masalah ini. Hal-hal seperti ini sebenarnya sudah lama terjadi dan mengakar dalam setiap sisi bangsa ini. Keluarga adalah ujung tombak kehidupan bangsa. Dalam lingkungan kecil itulah setiap manusia diajarkan nilai-nilai hidup. Kalau dalam rumah tangga saja sering terjadi KDRT, ya wajarlah outputnya adalah manusia-manusia barbar. Mestinya KDRT harus ditanggapi sangat serius oleh pemerintah. Tindak tegas para pelakunya karena merekalah yang meracuni generasi penerus bangsa ini. Jika KDRT ini terus terjadi, setiap anak akan melihat dan akhirnya menjadi agen-agen baru penerus kekerasan karena anak-anak adalah peniru yang paling baik di dunia.. kembali ke topik semula. Aku berharap dan akan selalu berharap, keadilan ditegakkan di negeri ini. No justice no peace! Tidak akan ada damai jika tidak ada keadilan. Setiap kita harusnya dapat melihat dan berpikir tanpa melihat status atau kepentingan pribadi.. berpikir independen yang murni berasal dari hati dan pikiran setiap kita sehingga kelak tidak akan ada orang yang menutup matanya dan berteriak bebaskan pemimpin kami.. yang secara implisit bermakna bebaskan penjahat ini!! Haha... rusak kali pun..
Salam dari anak bangsa yang merindukan keadilan di negeri ini!! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar